Heboh Video Mesum PNS

Published On: 09 December 2016

Video PNS Lahat ~ Video hot oknum PNS kuda-kudaan di Lahat beredar di sosial media FB. Video tak sopan itupun langsung menggegerkan warga Lahat.

Di video hot dengan durasi 1 menit 30 detik itu perlihatkan pasangan yang tengah berbuat tidak pantas. Pasangan itu terlihat masih mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Semenjak tersebar di Facebook, video hot oknum PNS itu mendapat beragam komentar dari netizen. Video hot itu juga telah dibagikan berulang kali oleh pengguna Facebook.

Ada yang menyebut pengambilan video hot yang tersebar di FB itu diduga di Jagungan, Pulau Pinang. Namun tidak dapat dipastikan apakah lokasi pengambilan video hot itu benar atau bukan.

Selain itu tidak dapat dipastikan apakah wanita di video itu berprofesi sebagai guru atau PNS. Yang pasti warga Lahat, Sumatera Selatan geram dengan perbuatan kedua orang di video hot itu.

Salah seorang warga Lahat bernama Andi hanya mengelu dada mengetahui video hot itu. Pria berusia 38 tahun itu hanya berujar kedua orang itu kurang kerjaan saat dimintai komentar tentang video hot yang telah beredar luas di Facebook.

Kepala Polres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Paur Humas Polres Lahat AKP Djoko Suyoto mengatakan pihaknya wajib mendalami kasus itu lebih dulu. Djoko menyebut yang jelas pengunggah video telah melanggan UU Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE) siapaun yang mengunggah entah yang bersangkutan ataupun orang lain.

Djoko menyebut jika ada yang melaporkan tentang video hot yang diunggah di FB pihaknya akan melakukan penyelidikan. Dia menambahkan akan menindak lanjuti jika ada laporan dari orang terkait video tersebut.

Jika memang benar pemeran dalam video itu adalah oknum PNS maka sangat disayangkan. Tidak seharusnya aparatur negara berbuat hal memalukan seperti itu.

Media sosial termasuk Facebook memang kerap kali digunakan untuk memposting foto ataupun video hot. Sudah banyak kasus yang terjadi dan tidak sedikit pengunggah video harus berakhir di Hotel Prodeo karena telah melanggar UU ITE.